0 Suara
lalu oleh (3.2rb Poin)
Kompensasi berbasis saham umumnya digunakan kepada manajemen atau orang kunci sebagai bentuk apresiasi atas kinerja mereka.

Selain untuk memberikan kompensasi material, juga diharapkan dapat menimbulkan rasa memiliki terhadap perusahaan. Dari sudut akuntansi, bagaimana secara umum perlakuan kompensasi berbasis saham ini?

1 jawaban

0 Suara
lalu oleh (3.2rb Poin)

Kompensasi Berbasis Saham: Definisi, Tujuan, dan Perlakuan Akuntansinya

Kompensasi berbasis saham (stock-based compensation) merupakan salah satu bentuk remunerasi yang diberikan perusahaan kepada manajemen, eksekutif, atau karyawan kunci. Tidak hanya berfungsi sebagai insentif material, kompensasi ini juga diharapkan menumbuhkan rasa kepemilikan dan loyalitas terhadap perusahaan. Dari perspektif akuntansi, perlakuan kompensasi berbasis saham memiliki prinsip dan aturan khusus yang diatur dalam standar akuntansi, baik IFRS (International Financial Reporting Standards) maupun PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) Indonesia.


1. Pengertian Kompensasi Berbasis Saham

Kompensasi berbasis saham adalah skema remunerasi yang memberikan hak kepemilikan saham atau opsi saham kepada karyawan. Ada beberapa bentuk kompensasi berbasis saham yang umum digunakan:

  1. Stock Options (Opsi Saham):
    Karyawan diberikan hak untuk membeli saham perusahaan pada harga tertentu (exercise price) dalam jangka waktu tertentu. Keuntungan diperoleh bila harga pasar saham lebih tinggi daripada harga opsi saat dieksekusi.

  2. Restricted Stock (Saham Terbatas):
    Karyawan diberikan saham perusahaan secara langsung, tetapi dengan pembatasan tertentu seperti masa vesting sebelum saham bisa dijual.

  3. Stock Appreciation Rights (SAR):
    Karyawan diberikan hak untuk menerima selisih kenaikan harga saham dalam bentuk tunai atau saham.

  4. Employee Stock Purchase Plans (ESPP):
    Karyawan dapat membeli saham perusahaan dengan diskon khusus, biasanya melalui pemotongan gaji secara berkala.

Tujuan utama dari semua bentuk ini adalah untuk menyelaraskan kepentingan karyawan dengan pemegang saham dan mendorong kinerja jangka panjang.


2. Tujuan Kompensasi Berbasis Saham

Kompensasi berbasis saham memiliki beberapa tujuan strategis, di antaranya:

  • Memotivasi Karyawan Kunci: Memberikan insentif untuk mencapai target dan performa optimal.

  • Menumbuhkan Kepemilikan: Karyawan merasa memiliki perusahaan, sehingga lebih berkomitmen terhadap keberhasilan jangka panjang.

  • Mengurangi Arus Kas Keluar: Perusahaan bisa memberikan kompensasi tanpa harus langsung membayar tunai, menghemat likuiditas.

  • Menarik dan Mempertahankan Talenta: Skema saham menjadi daya tarik untuk merekrut dan mempertahankan karyawan berbakat.

Dengan kata lain, kompensasi berbasis saham merupakan kombinasi antara insentif finansial dan strategi manajemen sumber daya manusia.


3. Perlakuan Akuntansi Kompensasi Berbasis Saham

Dari sisi akuntansi, kompensasi berbasis saham harus dicatat secara transparan dalam laporan keuangan agar pemegang saham dan regulator memperoleh informasi yang akurat. Perlakuan akuntansi umumnya bergantung pada jenis saham atau opsi yang diberikan.

a. Kompensasi Saham Berbasis Opsi (Stock Options)

  1. Pengakuan Beban:
    Sesuai PSAK 53 dan IFRS 2, perusahaan harus mengakui beban kompensasi pada periode vesting. Beban ini dihitung berdasarkan nilai wajar opsi pada tanggal pemberian (grant date).

  2. Metode Penilaian:
    Nilai wajar opsi dihitung menggunakan model matematika seperti Black-Scholes atau binomial model. Parameter yang dipertimbangkan antara lain: harga saham saat ini, exercise price, volatilitas saham, masa vesting, dan tingkat suku bunga bebas risiko.

  3. Jurnal Akuntansi:

    • Pada saat pemberian opsi: tidak ada pencatatan sampai opsi menjadi vested.

    • Selama masa vesting: beban kompensasi diakui di laporan laba rugi dengan kredit tambahan ekuitas (tambahan modal disetor – opsi saham).

Contoh jurnal:

Tanggal Akun Debit Kredit
Masa Vesting Beban kompensasi saham ***
Tambahan modal disetor – opsi ***
  1. Eksekusi Opsi Saham:
    Ketika karyawan mengeksekusi opsi, perusahaan menerima kas dari exercise price dan jumlah opsi yang dieksekusi dipindahkan dari akun tambahan modal disetor ke modal saham.


b. Kompensasi Saham Terbatas (Restricted Stock)

  1. Pengakuan Beban:
    Beban kompensasi diakui selama masa vesting, yaitu periode sebelum karyawan memiliki hak penuh atas saham. Nilai beban dihitung berdasarkan harga saham pada grant date × jumlah saham.

  2. Jurnal Akuntansi:

Tanggal Akun Debit Kredit
Selama Vesting Beban kompensasi saham ***
Tambahan modal disetor – saham terbatas ***
  1. Vesting dan Pelepasan Saham:
    Setelah masa vesting selesai, saham menjadi milik karyawan sepenuhnya. Tidak ada pencatatan tambahan kecuali saham dijual.


c. Stock Appreciation Rights (SAR)

  1. Pengakuan Beban:
    SAR yang dibayar dengan saham atau tunai diakui berdasarkan nilai wajar kenaikan harga saham pada tanggal pengukuran. Beban dicatat selama masa vesting dan disesuaikan jika nilai saham berubah.

  2. Jurnal Akuntansi:

Tanggal Akun Debit Kredit
Selama Vesting Beban kompensasi SAR ***
Liabilitas atau Ekuitas ***

Jika SAR dibayar tunai, dicatat sebagai liabilitas; jika dibayar dengan saham, dicatat sebagai tambahan modal disetor.


4. Pengaruh Terhadap Laporan Keuangan

Kompensasi berbasis saham memiliki dampak signifikan terhadap laporan keuangan, antara lain:

  • Laporan Laba Rugi:
    Beban kompensasi diakui sebagai bagian dari biaya operasi, sehingga menurunkan laba bersih. Namun, tidak mempengaruhi arus kas secara langsung.

  • Neraca:
    Ekuitas meningkat melalui akun tambahan modal disetor, mencerminkan saham yang dialokasikan kepada karyawan.

  • Arus Kas:
    Pemberian opsi atau saham terbatas tidak menimbulkan arus kas keluar. Hanya saat karyawan mengeksekusi opsi dan membayar exercise price, perusahaan menerima kas.

  • EPS (Earnings per Share):
    Adanya opsi saham dapat menyebabkan dilusi saham. Oleh karena itu, laba per saham dasar dan dilusian harus dihitung sesuai standar akuntansi.


5. Manfaat dan Risiko Akuntansi

Manfaat:

  1. Transparansi: Pemegang saham dapat memahami biaya kompensasi yang terkait dengan eksekutif.

  2. Perencanaan Pajak: Perusahaan dapat mengoptimalkan beban pajak karena kompensasi berbasis saham sering memiliki perlakuan pajak khusus.

  3. Mendorong Kinerja Jangka Panjang: Dengan mengaitkan kompensasi dengan harga saham, karyawan terdorong meningkatkan performa perusahaan.

Risiko:

  1. Volatilitas Harga Saham: Nilai beban kompensasi bisa berubah drastis jika harga saham bergerak cepat.

  2. Kompleksitas Perhitungan: Penilaian opsi saham membutuhkan model matematika yang kompleks.

  3. Potensi Dilusi: Pemberian saham baru bisa menurunkan persentase kepemilikan pemegang saham lama.


6. Perlakuan Kompensasi Berbasis Saham di Indonesia

Di Indonesia, PSAK 53 (Revisi 2018) tentang Pembayaran Berbasis Saham mengatur bahwa:

  • Perusahaan harus mengakui beban kompensasi pada periode karyawan memberikan jasa (masa vesting).

  • Kompensasi dapat dibayar dengan kas, saham, atau kombinasi keduanya.

  • Penilaian beban dilakukan berdasarkan nilai wajar pada grant date.

  • Setiap perubahan estimasi atau kondisi pasar harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

Contoh: Jika perusahaan memberikan 1.000 saham terbatas kepada karyawan dengan harga saham Rp 10.000, maka beban kompensasi total Rp 10 juta akan diakui selama masa vesting.


7. Prinsip Penting dalam Akuntansi Kompensasi Saham

  1. Matching Principle: Beban kompensasi harus dicatat pada periode yang sama dengan jasa yang diberikan karyawan.

  2. Fair Value Measurement: Semua jenis kompensasi berbasis saham dinilai berdasarkan nilai wajar, bukan harga nominal.

  3. Disclosure: Semua rincian, seperti jumlah saham, opsi, exercise price, masa vesting, dan dampak terhadap laba per saham, harus diungkapkan di laporan keuangan.

  4. Consistency: Perusahaan harus konsisten dalam metode penilaian dan pengakuan beban.

...